Saturday, December 5, 2009

Sorrow


Saya bingung...
Saya pusing...
Saya egois...
Dan terkadang saya lelah untuk memikirkan masalah ini..
Hal yang sepele..
Saya merasa sangat bersalah..

Saya senang sekali hidup ini ditemani oleh seseorang yang sangat mengerti keadaan saya. Hari-hari saya ditemani oleh segudang perhatian yang ia berikan. Setiap pagi hingga malam perhatian itu meluncur lewat kata-katanya yang sederhana namun bermakna indah bagi saya..

Namun, apa yang ia berikan nampaknya sangat tidak sepadan dengan apa yang saya berikan kepadanya. Dengan beragam kegiatan yang banyak, saya terkadang 'melupakan dirinya'. Saya terlalu senang dan terlena dengan seabreg aktivitas yang saya jalani. Saya memang orang yang aktif, senang mencoba hal-hal yang baru. Kegiatan apapun saya jalani, jika itu memang hal yang positif dan cocok bagi saya.

Aktivitas yang penuh itu membuat saya dan dirinya jarang sekali untuk bertemu dan berkomunikasi secara langsung. Hal itu membuat saya cenderung lebih dekat bersama para sahabat saya. Saya hampir tidak ada waktu untuk dirinya.

Bagi saya, dia wanita yang 'terlalu mengerti dan terlalu mengalah' kepada saya. Saya yakin, dibalik semua itu, pastilah ia selalu menangis dalam hatinya atas segala imbas dari kesibukan saya. Meskipun dia tidak mau mengakuinya.

Sebelum kita membuat janji untuk bersama, saya memang sudah mengatakan bahwa "inilah saya, dengan segala sifat yang saya miliki, dengan kebosanan yang sering datang kepada saya, dengan mood yang kadang berganti, dengan seabreg aktivitas yang saya jalani, dengan.., dengan..,dengan.... sebagainya...."

Dan Ia berkata, "ya, saya mengerti dan saya tidak mau menganggu aktivitas kamu.."

Hingga suatu hari saya harus masuk rumah sakit karena suatu penyakit. Dia datang dan memberi perhatian penuh bagi saya. Momen itu bila saya ingat-ingat akan selalu membuat saya merasa bersalah.

Terkadang (lagi).. saya merasa terbebani dan selalu menebak apakah dirinya kecewa dengan sikap saya selama ini..? Saya memang bukan yang terbaik.. dan apakah dirinya juga terbebani dengan keberadaan saya??

Saya mengecewakan, wajar apabila para sahabat saya juga menyalahkan saya, karena saya memang salah.
Apakah mungkin saya bukan yang terbaik untuk dirinya...?? Maafkan saya...

*It's Complicated

:: iio ::

No comments:

Post a Comment