Pemain : Shia Labeouf, Michelle Monaghan, Billy Bob Thornton
Sutradara : D.J Caruso
Produksi : Paramount Pictures
Film Eagle Eye bercerita tentang apa yang terjadi apabila penggunaan teknologi menjadi tidak terkontrol. Diawali oleh seorang biasa, Jerry Shaw (Shia Labeouf) dan Rachel Holloman (Michelle Monagan) yang tiba-tiba ditelepon oleh seseorang yang misterius. Penelepon memberikan instruksi-instruksi aneh yang menujukan mereka ke suatu tempat. Keduanya bukannya tak mencoba kabur, tapi si penelepon rupanya begitu berkuasa sehingga memaksa mereka selalu kembali patuh pada perintah-perintahnya. Berkali-kali nyaris tertangkap, keduanya diselamatkan melalui lampu merah yang mendadak hijau, penghancur kendaraan yang otomatis bergerak, hingga bantuan orang-orang yang juga diancam perempuan misterius melalui telepon.
Keduanya sadar bahwa penelepon tadi bukanlah seorang manusia, namun ia adalah sebuah mesin teknologi pertahanan Pentagon yang bernama “Aria”. Aria menginstruksikan mereka untuk membunuh Presiden Amerika yang telah membuat suatu kesalahan fatal. Presiden Amerika tersebut menginstruksikan kepada bawahannya untuk menyerang sebuah rombongan yang diduga buron teroris Afghanistan kelas kakap. Namun ternyata bom tentara AS itu menyerang segerombol orang yang sedang berada di sebuah prosesi pemakaman. Atas keputusan fatal itulah, Aria menyimpulkan bahwa presiden ini harus dibunuh sebelum Amerika itu hancur oleh Presiden itu sendiri. Ia lalu membuat sebuah konspirasi pembunuhan presiden dengan melibatkan Jerry Shaw dan Rachel Holloman.
Film ini sangat menarik bagi saya. Film ini membuat kita berpikir, akankah suatu saat kita yang harusnya menguasai teknologi, malah dikuasai oleh teknologi? Memang, saat ini teknologi sudah bukan sekedar lifestyle lagi, namun ini semua menyangkut kebutuhan manusia. Tapi bagaimana jadinya apabila penggunaan teknologi menjadi semakin tidak terkontrol?
Beberapa scene dalam film ini menggambarkan kecanggihan teknologi yang tidak dapat saya duga sebelumnya. Ternyata kapan saja dan dimanapun kita berada, kita bisa saja diintai oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan melalui sinyal telepon, kamera CCTV, dan koneksi internet, misalnya.
Kesimpulannya, meskipun kita memang sudah sulit untuk dilepaskan dari barang-barang berteknologi, hendaknya barang-barang tersebut kita pergunakan secerdas mungkin. Karena memang sebagai manusia, kita diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang berakal budi. Secanggih-canggihnya teknologi yang ada, mereka tidak akan dapat menandingi akal dan budi manusia. Kalaupun ada, pasti itu hanyalah sebuah karya film belaka.
Bandung, 19 Mei 2009
:: iio ::
No comments:
Post a Comment