Tapi kenangan indah itu masih suka berjalan dalam pikiran saya. Pengalaman yang luar biasa di akhir 2009. Permainan akbar buat kami dalam satu unit marching band. Grand Prix Marching Band (GPMB) XXV-2009. Sebuah event yang membuat saya dan teman-teman lainnya merasa bersatu, bersama, berbagi indahnya dinamika kehidupan..
Event yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta itu memang terlalu sulit untuk saya lupakan. Tapi bukan itu kenangan yang selalu menancap, tapi kenangan masa-masa latihan kami, proses pembentukan kepribadian kami menjadi seorang "artis kelas atas" (kata-kata yang selalu terngiang dan meluncur dari ucapan pelatih). Proses latihan yang berat, keras, penuh intrik, dan selalu ada dinamika naik turunnya emosi dalam diri kami masing-masing. Amarah, canda, tawa, lelah, kesal, cinta, gembira, semua bercampur aduk di hari-hari proses latihan kita.
Bagi saya pribadi, banyak kenangan indah dan pergulatan emosi dalam diri yang sangat dinamis, dan dilematis. Saya bergabung di Marching Band Nawala Pos Indonesia sejak 2007 dan dilantik awal 2008. Tercatat sebagai anggota Brass Line di section Trumpet. GPMB 2009 ini merupakan langkah pertama saya mengikuti event akbar dalam dunia marching band di Indonesia. GPMB ini diikuti oleh unit-unit marching band besar se-Indonesia untuk mempertaruhkan eksistensi dan kehebatannya.
Maret 2009-seperti dalam postingan saya sebelumnya, "GPMB Spirit", partitur lagu pertama turun dengan judul "The Best of Final Fantasy". Setelah lagu 1 beres, turunlah partitur lagu 2 dengan judul "Liberi Fatali". Begitu seterusnya, lagu 3 berjudul "Tifa's Theme" dan lagu terakhir berjudul "Don't be Afraid". Semua lagu itu diambil dari permainan game dan film Final Fantasy VII dan VIII.
Semua lagu sudah beres dan rapi, lengkap dengan dinamikanya (istilahnya udah dapet feel nya gituu... hehe). Saatnya display pada awal Oktober 2009. Bagi yang belum tahu, display adalah konfigurasi bentuk baris-berbaris para pemain dalam marching band. Wah, tambah semangat saya untuk berlatih, berlatih memainkan musik sambil berjalan ke sana-kemari sesuai chart display.
Tiba-tiba, tepat tanggal 14 Oktober 2009 (tepat 2 minggu sebelum ulang tahun saya..), saya masuk rumah sakit dan diopname. Dokter menyatakan saya terkena Hepatitis A karena kecapean. Sudah bisa diduga, keluarga saya mengambil kesimpulan bahwa saya sakit karena kecapean berlatih untuk GPMB. Dari sana orang tua saya melarang saya untuk berlatih lagi dan tidak usah ikut berpartisipasi dalam GPMB. Dokter pun mendukungnya (pastinyaaa!@#$%^&*).
Speechless. Saya udah divonis nggak boleh kecapean dan saya dilarang untuk ikut dalam GPMB!! Thanks all!!! Perjuangan saya dari turunnya lagu 1 sampai lagu 4 beres adalah suatu hal yang sia-sia, pikir saya waktu itu. Teman-teman band juga kaget mendengar saya nggak bisa bergabung lagi bersama mereka. Namun, mereka tetap memberi semangat untuk terus kuat. Pilihan satu-satunya, saya mungkin berada di kursi penonton.
Perjuangan selama 7 bulan harus dijawab dengan duduk manis di kursi penonton Istora? Tidak. Ternyata Allah berkehendak lain, dan Ia memiliki suatu pesan atas segala kejadian yang Ia berikan kepada saya.
Saya mencoba membujuk sekeras mungkin orang tua saya agar pendirian mereka goyah dan mempercayakan saya untuk kembali latihan setelah 1 bulan lamanya saya bedrest. Secara perlahan saya membujuk mereka sesuai dengan saran kakak tertua saya (Thanks Bung Andrey for your advices!!). And BINGO!! Mereka pun bisa luluh lantak pendiriannya akibat permohonan saya yang sangat memelas, namun dengan syarat-syarat yang berlaku (apa bedanya saya sama iklan provider handphone kalu begitu--"syarat dan ketentuan berlaku".. haha). Mereka mengizinkan saya asal saya bisa menjaga kondisi tubuh dengan benar dan syarat yang 'rada' berat, saya boleh ikut GPMB asalkan saya tidak turun dalam display (pindah ke section lain yang tidak ikut dalam display). Ada 2 section yang tidak turun dalam display, yaitu Pit Instrument dan Aksesoris (seperti Cymbal Stand, Drum Set, Chimes, Timpani, dan lainnya). Hmm, ya sudahlah apapun itu, saya oke-oke aja, meskipun berat meninggalkan trumpet nomor 8 yang amat saya cintai itu, yang penting bisa ikut GPMB, pikir saya.
Berangkatlah saya menuju ke tempat latihan (November 2009). Perasaan deg-degan, malu, kangen, bersatu saat itu. Iya lah, hampir 1 bulan saya benar-benar vakum latihan. Sampai di sana, saya lihat mereka sudah masuk dalam display lagu 1. Saat teman-teman 'ngeh' saya datang dan ngliatin mereka latihan, wuuuiiiihh.. mereka bersorak seperti melihat makhluk purba yang akhirnya bangkit kembali.. hahahaha!!! Pelukan dan perkataan "Kamana wae, geus cageur gening..?" membuat saya berpikir untuk langsung melakukan Press Conference dengan segera bahwa saya sudah sehat dan bangkit kembali.. (Jrekk Nonggg!!).
Pelatih akhirnya memanggil saya dan berbicara serius.
"Udah sembuh yo.??" tanya pelatih.
"Udah atuh, A, makanya saya dateng juga, hehe." jawab saya (anak didik yang kacrut dan tidak sopan terhadap pelatih)
"Masih kuat nggak kalo main di display lagi, pan udah apal atuh dari lagu 1-4?" tanya pelatih lagi.
"Mmm.. kayanya nggak kuat, A, sieun karugrag lagi (takut tepar lagi). Lagian ga dibolehin sama Mamah kalo harus main display lagi." kata saya. (Dasar anak manja, bawa-bawa Mamah segala)
"Oh, udah diizinin gening sama orang tua?"
"Udah, yah, asal itu, ga boleh main display lagi." kata saya.
"Mmm, gini (nada serius), saya teh mau nge-drill kamu jadi 2nd FC (Field Commander.red), soalnya kan kamu udah apal lagu sama temponya. Paling nanti belajar tangannya aja harus gimana (conducting). Yaah, ga begitu capeklah, paling 12 menit ngegerakin tangan doang.." kata pelatih.
"Apaaa??" saya terkejut. (angle kamera bolak-balik mengambil gambar saya dan pelatih secara close-up, seperti setiap ending sinetron "Tersanjung")
"Waduh, gimana yah..? Ya udah lah saya coba, A" kata saya dengan ekspresi cool (padahal dalam hati udah meledak aja pengen ketawa kegirangan loncat-loncat kodok)
Jujur aja, sebenernya secara diam-diam saya menaruh minat yang luar biasa tinggi menjadi seorang Field Commander. Tapi, dalam hati saya.. "Ah, mana mungkin, Yoo.. lu aja baca partitur masih kaya Azis Gagap gitu.." Dan hal itulah, yang bikin saya hanya bisa bermimpi menjadi seorang FC.
Singkat cerita, akhirnya saya pada hari itu juga langsung mencoba menjadi seorang 2nd FC. Bedanya dengan FC utama, kalau 2nd FC lebih bersifat mobile, jalan ke sana-'ngonduct'-jalan lagi ke sini-'ngonduct lagi'. Istilahnya saya menjadi "kepanjangan tangan" sang FC utama, supaya pemain nggak kehilangan tempo.
Mungkin teman-teman band pada kaget liat saya tiba-tiba "Ngefceh" di hadapan mereka. Disurakin-lah saya, "Addeeuuuhh, gaya euy si Rio, kamana atuh FC..." Malu sih pertamakali, tapi ah biarinlah, pede aja kalee.. wong sama-sama belajar.
Dan hari-hari latihan saya berubah total dari 'bercumbu' dengan trumpet kesayangan, menjadi seorang 2nd FC. Pertama-tama sih pegel, karena conducting juga harus pakai tenaga, biar aksennya jelas dan terlihat mantaps. Selain itu juga secara pelan-pelan saya harus tahu suasana 'mood' band, biar dapet (sekali lagi) 'feel' nya.
Semakin sering saya berlatih, semakinlah saya dapat 'feel' band, asiiik banget!!! Emosi permainan band mulai saya dapatkan. Terkadang, kalau sang FC utama tidak datang latihan, (beliau lumayan sibuk dengan pekerjaannya, tapi saya salut banget beliau menyempatkan datang latihan untuk kami, meskipun hanya saat weekend, dan hari biasa kalau beliau sempat) otomatis saya harus menggantikannya. Wuih, kalau udah gitu, keringat ngucur deres banget mulai dari kepala sampai kaki. Berasa fitness, hahaha.
Hingga suatu hari, pelatih membuat keputusan, bahwa saya di-switch menjadi FC utama. Hoooaaa.... kaget luar biasaaaa..!!! Kejutan apalagi yang Allah berikan buat saya?? pikir saya dalam hati. (Untuk kesekian kalinya) Perasaan yang bercampur aduk nge-blend di dalam hati. Dan sangat dilematis. Di satu sisi saya luar biasa senang tiada terkira mendengar kabar tersebut, tapi di sisi lain otomatis keberlangsungan dan keberhasilan band ada di tangan dan sikap saya. Menjadi suatu beban bagi saya untuk menghadapinya. Selain itu, perasaan nggak enak yang luar biasa karena sudah menggeser orang yang lebih senior selalu mengganjal bagi saya. Tapi untungnya, rekan saya tersebut sangat mengerti dan terus mendukung serta memotivasi saya untuk terus berlatih dan menjadi yang terbaik. Kalau nggak ada beliau, kayanya gaya conducting saya nggak akan sebaik sekarang.
Dan, berganti lagi peran saya. Sekarang saya tidak lagi mobile ke sana-kemari, tapi berdiri tegap memimpin band di suatu stage. Untungnya, teman-teman band yang lain selalu menyemangati saya untuk tetap percaya diri. Thanks Guys..
Masalah nggak cuma sampai di situ. Masalah yang lain pun tiba. Kostum. Yapp!! Kostum FC kali ini beda banget sama kostum FC marching band seperti biasanya. Karena tema kali ini adalah "The Best of Final Fantasy", maka kostum FC meniru gaya salah satu pemeran di Final Fantasy VII, dengan baju yang (Oh God!!) spektakuler!! Kalau bisa saya gambarkan, jadi tangan kiri berlengan panjang, sedangkan tangan kirinya LEKBONG!!! Haloooooo... apakabar dunia dengan badan saya yang kurus kering kerempeng ini?? Mana setelah sembuh dari sakit berat badan saya drop sampai 47 kilogram!!
Kata pelatih "Bisalah nya digedein dikit badannya, makan telor bebek sama L-Men geura."
"Heu...." jawab saya (bingung harus ngomong apalagi euy-shock berat.hahaha)
Dan belilah saya L-Men dan meminumnya setiap sebelum latihan. Sampai niat tuh susu saya bekel ke tempat latian, haha. Dan hasilnya.. Taraaa... lumayanlah otot lengan kebentuk 'sedikit'. Yah paling nggak lengan keliatan gede pas tampil nanti, hehe..
Detik-detik menjelang tampil pun tiba. Sebelum kami semua berangkat ke Jakarta, diadakan suatu acara pelepasan di GOR Padjadjaran, Bandung. Inilah penampilan perdana kami dengan full kostum. Kami semua tampil di hadapan manajemen PT. Pos Indonesia, para alumni band, serta orangtua dan rekan-rekan kami. Saat itu orang tua saya nggak datang, jadilah nenek saya yang datang. Nenek saya kaget luar biasa saat mengetahui sang cucu tercinta menjadi seorang FC. Maklum, karena nenek saya tahunya saya adalah pemain trumpet. Begitu selesai acara, nenek saya turun dan memeluk saya. Beliau berujar bahwa beliau sangat bangga terhadap saya. Alhamdulillah.. Makasih Eyang...
Sehari sebelum tampil kami sudah pergi menuju ke Jakarta. Di Jakarta, ketahanan stamina dan mental
kami benar-benar diuji. Latihan uji coba lapangan di Istora benar-benar membentuk mental kami. Selama ini kami merasa siap di kandang sendiri, tapi setelah melihat arena dan unit marching band lainnya, kami merasa tidak berdaya dan belum punya apa-apa. Untungnya pelatih dan kakak-kakak official selalu menyemangati kami bahwa kami bisa.
Kami tampil tanggal 26 Desember 2009 tepat pukul 18.25 WIB. Saat menunggu giliran di lorong masuk arena adalah saat-saat yang paling mendebarkan dalam hidup saya. Untungnya kami semua saling menenangkan dan menyemangati. Nggak lupa, foto-foto dulu sebelum masuk arena (narsis biar tetep eksiss!!).
*Wah, kok ngetiknya jadi ikut-ikut gemeteran gini yah??*
Begitu pintu arena dibuka.... Jrenggg!!! Sorak sorai penonton membahana di dalam arena. Membuat kami semakin semangat untuk show off di hadapan mereka (berdampingan dengan perasaan nervous yang luar biasa!!). Yang pertama masuk adalah pemain front ensemble dengan alat-alat mereka. Lalu giliran pemain Color Guard dan disusul dengan march-in seluruh pemain. Saya masuk paling belakang dengan membawa Gunblade-Gunblade'an (haha, itu loh, pedang gede yang bentuknya pedang yang jadi satu sama pistol juga). Keluarga saya sudah menunggu di bangku penonton untuk melihat kami semua. Mereka juga kaget kalau nama saya disebutkan sebagai FC utama. Haaha.. Mereka tahunya saya sebagai 2nd FC.
And It's Show Time..!! Ternyata, bayangan saya akan suasana arena yang mencekam tidak menjadikan halangan yang besar untuk tampil secara total. Nervous?? iya, tapi hanya di beberapa menit pertama. Selebihnya saya enjoy dan menikmati semuanya, meskipun masih paranoid sama batas waktu penampilan. Karena, lagi-lagi tempo dan penampilan band ada di tangan saya. Pokoe saya berusaha untuk enjoyyy banget pada saat itu... Sumpah!! Haha
Pengumuman masuk atau tidaknya unit kami pada tahap final baru diumumkan pada hari Minggu dini harinya. Kami dibangunkan dan dikumpulkan di suatu ruang tengah penginapan. Hoooaahhhmm, ngantuk
banget pada waktu itu. Saya juga ngebantu temen-temen yang lain untuk bangun. Ya Allah, sumpah susah bangett!! Pas saya ngebangunin bidadari-bidadari Color Guard, ampun..!! Saking capeknya, saya ngegedor pintu (bukan ngetuk pintu lagi) sambil duduk di depan pintu mereka.
"Tok.Tok.Tok..."
"Hey hayu banguuun.." ajak saya. (masih berdiri dengan dinamika suara yang lembut-alias piano)
"Hey hayu banguuun.." ajak saya. (masih berdiri dengan dinamika suara yang lembut-alias piano)
"Udah bangun yoo??" tanya salah satu official menanyakan bagaimana hasilnya.
"Blum euy, hararese (blum, susah banget)."
"Tok.Tok.Tok..." (masih sabar)
"Hayu banguuunn..." saya mengajak kedua kalinya (udah mulai males berdiri dengan dinamika suara yang sedikit mengeras-mulai masuk forte)
"Coba di telpon geura ke salah satu anak." saran sang official itu.
Nyoba nelpon.. "tuuut...tuuut...."
No answer
Mulai duduk di depan pintu
"Heeeuhhh..." keluh saya sambil mematikan sambungan telepon.
Udah nggak sabar
"DOK.DOK.DOK..."
"Ooooyyy... Banguuuunnn!!!! Pengumuman yeeeuuuhhh!!!!" (menggedor pintu sambil duduk kayak orang lagi mukul bedug-fortesimo!!!)
"Klik" pintu terbuka
"Hehehehe.... tadi teh aku ngedenger sih, cuma masih ngantuk.." jawab seseorang sambil nongol.
"Haaah... ayo langsung ke atas atuh nyaa.." kata saya (gila gue sabar banget yaaa..??)
Semua sudah berkumpul di ruang tengah. Tegang. Nasib kami ditentukan dari hasil permainan semalam. Yaa ngantuk, yaa kesel harus dibangunin selarut itu, yaa deg-degan.. wuihh!! Sang pembina yang membacakan peringkat kami atas penampilan semalam. Beliau hanya membacakan saja, kami berada di peringkat 16, dan yang masuk final itu peringkat 1-15. Jrebb!! Hening. Ada yang ngeluh, ada yang nggak percaya, ada yang nangis dan saling berpelukan, ada yang ketiduran (haha, sempet-sempetnya
uy!! Tebak saya berada dalam keadaan apa saat itu??)Perasaan kecewa hadir setelah pembacan pengumuman itu. Bapak pembina sudah menyabarkan kami semua dan mengikhlaskan saja keadaan ini. Beginilah reaksi kami :
"Ah, masa sih... heeuu??" (manja)
"Jadi ini teh nggak masuk final...??" (sambil nangis)
"Damn..!!"
"Maksudnya apa sih ini?? Nggak ngerti." (Tetoott!!)
"Maksudnya apa sih ini?? Nggak ngerti." (Tetoott!!)
"Ngrooooooookkkk"
"Hmmm..." (senyum-senyum sendiri)
"Hmmm..." (senyum-senyum sendiri)
Dan ternyata, para pelatih iseng dan niat bikin rekapitulasi nilai yang palsu buat kita..
"Hehe, sebenernya yang itu salah, Pak (sambil ngasih lembaran baru ke pembina). Ini nih yang benar. Maaf ya, Pak." kata sang pelatih sambil ketawa-ketiwi (hiihihii).
"Haaaaahhh...??" begitulah reaksi anak-anak.
"Yaa, jadi kita masuk final!! Meskipun kita ada di peringkat paling akhir." ujar pembina yang diamini oleh pelatih.
"Hwaaaaa!!! Hahaahahahahahahaha...!!" Semuanya teriak.
Dan, terkabullah doa kita untuk masuk final. Ini juga berarti kita tampil pertama dalam final divisi umum, karena diurut dari peringkat paling bawah dulu ke atas. Setelah bubar, langsung tidur lagi..
Besoknya kami tampil di final setelah Dzuhur (kalo nggak salah, hehe). Semua udah niat tampil abis-abisan dan mati-matian buat final. Suasana persatuan kian merekatkan kami semua. Berdiri dan berbaris menunggu di lorong masuk arena benar-benar hal yang paling bikin gelisah. Ya sakit perut, pengen pipis. "Ah, nothing to lose aja..!!" pikir saya saat itu.
Oke, dan pintu masuk arena pun dibuka. Sorak-sorai penonton (lebih penuh pastinya!) menambah getaran di kaki. Apalagi pas MC nyambut kami semua, "Kita sambut, Marching Band Nawala Pos Indonesia-Bandung!!!"
"Whhhooaaaaa!!! Aaaargghhh!!! Wittt wiiwww!!!" sorak-sorai penonton membahana di sentero Istora.
Saya berusaha untuk lebih lebih enjoy dari semifinal. Alhamdulillah banyak yang saya pelajari saat semifinal kemarin. Jadi untuk final, saya nggak kaget lagi. Dan saya liat, teman-teman pemain punmerasakan hal yang sama, mereka enjoyy banget mainnya, bikin saya yang mimpin juga jadi nyaman. Yaa, saling menyamankan lah ya istilahnya. Hahaha.Seluruh pemain mengekspresikan semua hasil jerih payah jatuh bangun latian mereka saat final. semua TOTAL! Dan bar-bar terakhir saat puncak lagu terakhir, emosi saya memuncak dan refleks saya teriak sekeras-kerasnya. Betul-betul penghabisan!
"ORANGERSS!! UUUGH!!" teriak para pemain di akhir paket penampilan kami. Semua emosi keluar saat itu juga. Perjuangan kami benar-benar sampai di puncaknya. Semua mengeluarkan yang terbaik dalam diri mereka masing-masing. Tinggal menunggu hasil dari perjuangan kami semua.
Pengumuman pun dimulai. Mendadak Istora hening. semua unit berkumpul dalam satu tempat dan mengharapkan hasil yang terbaik untuk unitnya masing-masing. Termasuk kami. Dalam GPMB XXV kali ini, ada juga juara per caption, diantaranya Busana Pemain dan FC Terbaik, FC Terbaik, The Best Music Analysis Horn Line, The Best Music Analysis Percussion Line, The Best Color Guard, dan banyak lagi. Jadi, setiap unit punya harapan juara, paling tidak dari captions itu.
Dari pengumuman juara per caption, nama unit kami tidak muncul-muncul. Ya, memang target kami paling tidak naik peringkat saat final. That's it.
Dan, tidak disangka tidak diduga, tiba-tiba unit kami disebut..
"Busana Field Commander Terbaik.. Juara III.. Nawala Pos Indonesia Marching Band-Bandung!!!"
"WAAAAAARRGGHHH...!!????!?!?!?!"
Kami yang berkumpul sontak heboh dan nggak menyangka bisa dapat predikat itu. Saya pribadi nggak nyangka bisa mendapatkan predikat itu. Perjuangan panas-panasan pakai kostum yang terbuat dari rajutan, make up ala costplay, rambut diwarna dadakan, kostum kurang bahan alias lekbong sebelah, ternyata ada hasilnya. Alhamdulillah.... Terimakasih Ya Allah.
Pengumuman urutan hasil babak final pun diumumkan. Dan akhirnya, unit kami berada di urutan ke 14, naik 1 peringkat dari babak semifinal. Alhamdulillah, perjuangan kami semua ada progress, walaupun hanya naik 1 peringkat, namun itu juga merupakan sebuah karunia yang harus amat patut untuk disyukuri.
Dengan diumumkannya peringkat kami, berakhirlah sudah rangkaian perjuangan kami sekitar kurang lebih sepuluh bulan. Derai air mata, canda tawa, cinta, semangat, menghasilkan hasil yang dapat memenuhi target kami semua. Memang tidak terlalu memuaskan, akan tetapi perjuangan kami, semangat kami, tidak akan pernah putus hanya sampai di sini. Waktu masih tetap berjalan dan waktu pula yang menunggu semangat kami untuk bangkit kembali.
Saya pribadi mengucapkan banyak sekali terimakasih kepada Allah SWT yang selalu setia mendengar doa-doa kami; terimakasih atas dukungan dan bimbingan para pelatih yang terus menggebrak semangat kami untuk terus maju. Terimakasih juga untuk kakak-kakak official yang nggak kenal lelah untuk selalu membantu kami; untuk orang tua dan keluarga kami semua yang mendukung setiap kegiatan positif ini; Bapak-bapak supir Bus Cipaganti dan Bus Poltekpos (punten saya nggak tau namanya, hehe); segenap pemain Nawala Pos Indonesia Marching Band yang selalu semangat (keep on fire, Guys!); nggak lupa buat Purel PT. Pos Indonesia yang telah mewujudkan impian kami; supporter Orangers yang bela-belain datang ke Istora hanya untuk menonton dan mendukung kami (thanks for Gita Pakuan-Bandung!, Para karyawan PT. Pos Indonesia-Jakarta); dan seluruh teman-teman kami serta pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu, yang selalu mendukung kami semua. Terimakasih.Terimakasih.Terimakasih.
Dan Alhamdulillah, ternyata saya berada di peringkat VII nasional untuk posisi Field Commander. Sebuah anugerah yang tidak disangka dan tidak diduga. Terimakasih sekali lagi atas segala kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk menjadi seorang Field Commander dalam ajang ini.
Semoga rangkaian perjuangan ini bisa menjadi suatu pembelajaran hidup yang sangat berharga bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Saya bangga bisa menjadi bagian dari band ini!!!
NAWALAAAAAA!!!!
OOORAAAANGERRRRRSSS!!!!!
Semoga kami bisa berjuang lagi di GPMB XXVI-2010!! Manajaaaaa...!!! :DD
OOORAAAANGERRRRRSSS!!!!!
Semoga kami bisa berjuang lagi di GPMB XXVI-2010!! Manajaaaaa...!!! :DD
*Sumber foto :
- www.trendmarching.or.id
- GPMB 2009 (Facebook's Group)
- Koleksi Pribadi




Ahahaha... FC Kondyaaaangg... ;))
ReplyDeletehahahaha... kaya acara dangdut aja...
ReplyDeleteNAWALA ORANGERSS HUUUUUUHHH !!!
ReplyDelete:)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMirip dgn kisah gw d GPMB 2008, jd keinget euy, hehe...Keep the spirit cuy !!!
ReplyDelete@Uya : Slam kenal.. unit mana nih?? Thanks ya..!!
ReplyDeleteMantap! Saya terakhir di Nawala tahun 2002
ReplyDelete